Kementerian Negara BUMN menargetkan dana program kemitraan dari para BUMN untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) pada 2010 mencapai Rp1,6 triliun. Dana itu berasal dari 142 BUMN yang ada.
”Tahun ini dana program kemitraan untuk UKM sudah mencapai Rp1,4
triliun. Tahun depan seiring dengan pertambahan laba BUMN, kami
harapkan bisa meningkat 10% menjadi Rp1,54 triliun. Tapi, semoga bisa
di atas itu menjadi Rp1,6 triliun,” ujar Staf Ahli Menteri Negara BUMN
Bidang Kemitraan dan Usaha Kecil, Gumilang Hardjakoesoema, seusai
membuka PKBL BUMN Expo 2009 di Grand City, Surabaya, Rabu (9/12/09).
Gumilang mengatakan, dana tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk
mengembangkan UKM. Selain dalam bentuk pembiayaan berbunga rendah, dana
tersebut juga digunakan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas UKM.
”Yang selama ini sangat lemah di UKM adalah kemampuan pemetaan pasar, market intelligence.
Padahal, itu sangat diperlukan agar UKM bisa terus bersaing dengan
perusahaan-perusahaan besar. Produk UKM tak kalah bagus dengan
perusahaan besar, tapi kalau tak mampu memetakan pasar, ya percuma saja
karena produknya tak bisa terjual,” jelas Gumilang.
Hingga saat ini, kata dia, terdapat 620.000 unit UKM yang menjadi mitra
binaan seluruh BUMN yang ada. Saban tahunnya, diharapkan ada
peningkatan 50.000 mitra binaan.
”Program ini wajib untuk semua BUMN. Bagi BUMN yang masih kesulitan
finansial, kontribusi ke UKM tak harus berbentuk dana, tapi bisa
bersinergi dengan BUMN lain dalam hal pemberian pelatihan, pendampingan
penataan laporan keuangan, dan sebagainya,” tuturnya.
Gumilang menambahkan, saat ini program kemitraan BUMN tersebut juga
akan disinergiskan dengan program pemerintah daerah, baik
kota/kabupaten maupun provinsi. Kementerian Negara BUMN tengah
melakukan konsolidasi untuk memadukan program-program tersebut,
sehingga tidak terjadi tumpang-tindih dan bisa lebih efektif.
”Kami sedang review hal tersebut, kami kumpulkan planning
pemerintah daerah kemudian kami bahas untuk dipadukan. Dipadukan dalam
hal ini bisa jadi kami melihat ada celah yang masih belum dimasuki
pemerintah daerah atau BUMN bisa ikut serta menopang pemberdayaan UKM
yang selama ini sudah dilakukan pemda,” ujar Gumilang.